Kamis, 18 Desember 2008

Menetukan Arah - Sheila on 7

Posted by leobaskoro inhttp://gajahbesar.wordpress.com/2008/11/02/menetukan-arah-sheila-on-7/

Produksi : Sony BMG Indonesia

Price : Rp 35.000,00

Release : 23 Oktober 2008

Menentukan arah merupakan sebuah album pembuktian bagi band bernama Sheila on 7, bahwa mereka masih mempunyai eksistensi di dunia musik Indonesia. Dengan sedikit taktik marketing yang berbeda dengan mengeluarkan single terlebih dahulu sebelum full album rilis, mereka mencoba untuk kembali ke track awal mereka dengan lagu yang easy listening dan minimalis. Memang untuk pertama kali mendengar lagu-lagu yang berada di album ini saya merasakan ada beberapa nuasa yang hilang dan lebih cenderung adanya sebuah kekosongan feel yang menurut saya lebih terasa di album terakhir mereka dibandingkan dengan album baru ini. Apapun itu band ini menurut saya masih mempunyai chance untuk menjadi yang nomor satu. Buktinya sebelum full album rilis mereka sudah menempati posisi pertama di-chart album Rolling Stone edisi Agustus 2008, padahal full albumnya baru rilis bulan Oktober 2008.

Berikut sedikit review album mereka :

Betapa

track pertama mereka buka dengan the first hits single mereka Betapa. Lagu yang sudah mereka keluarkan beberapa bulan sebelum full album mereka rilis ini bernuansa sangat minimalis dan sedikit sentuhan elektrik pada bagian drum yang diisi dengan loop drum. Permainan gitar Eross pun tidak kalah minimalisnya, dengan minim distorsi. Suasana yang ditampilkan di lagu ini sangat fresh, karena jarang Sheila on 7 memainkan lagu yang bernuansa elektrik. Namun memang kesulitan paling besar menurut sya adalah saat mereka memainkan lagu ini secara life. Beberapa penampilan yang saya amati sound mereka terlihat sedikit kurang berisi.

Yang Terlewatkan

track ini merupakan track favorit saya. Lagu ini bercerita mengenai sebuah penyesalan (lagi . . . lagi . . . sya menyesal). Seperti pada lagu pada track pertama, lagu ini masih mengangkat sebuah pattern yang sama yaitu minimalis. Pada lagu ini Adam mengisi suara bass dengan menggunakan bass fretless (tanpa fret). Ini sangat terasa sekali dan membuat lagu ini mempunyai nuansa penyesalan yang sangat dalam. Hehehe . . .

Ibu Linda

saya sempat benggong melihat cover cd yang saya beli memandang judul lagu satu ini. Ya . . . “Ibu Linda”, maksudnya apa?? Tapi setelah saya telisik lebih jauh ternyata lagu ini adalah sebuah pengungkapan hati Eross kepada mantan pacarnya Leony, dan Ibu Linda tidak lain tidak bukan ibunya Leony. Dari seluruh lagu di album ini menurut saya lagu ini yang paling ekspresif.

Jalan Keluar

lagu ini bercerita tentang sebuah pencarian jalan keluar untuk keluar dari sebuah rasa cinta. Lagu ini dihiasi dengan suara harmonica, namun sayang tidak terlalu terdengar. Coba kalau main harmonicanya sedikit niat, pasti lagu ini akan jadi lebih berwarna.

Mudah Saja

pada lagu ini Adam memainkan gitar akustik dan dihiasi dengan string section yang minimalis. Lagu ini bercerita tentang sakit hati seseorang terhadap orang yang pernah melukai hatinya.

Arah

akhirnya rock’n roll kembali lagi. Ya rock’n roll di tubuh Sheila on 7 terselamatkan dengan lagu ini. Dan kalau boleh saya jujur, nuansa jagostu terbawa di lagu ini. Entah apa karena memang dua personilnya yang sama atau memang tidak secara sengaja. Detuman drum Brian emang pas di track ini, sangat berisi dan sangat rock’n roll.

LiaLiaLia

satu lagi lagu yang penuh dengan nuansa rock’n roll dan yang satu ini murni punya Sheila on 7. Patut untuk jadi track favorit . . . .

Alasanku

setelah digempur dengan dua lagu yang sangat rock’n roll kuping saya di tenangkan dengan lagu mellow satu ini. Satu yang saya suka dengan karakter vokal Duta adalah pitch kontrolnya pada nada-nada tinggi dan tekstur vokal yang sangat khas dan tidak dipunyai oleh vokalis-vokalis yang lain . . . satu kata otentik dan langka. Hehehe

Segalanya

sepertinya Sheila on 7 tidak mau ketinggalan trend dengan membuat lagu berirama disco dengan menciptakan lagu ini. Kalau boleh saya dedikasikan lagu ini, saya akan dedikasikan kepada seseorang yang sedang saya cintai . . .

“karena kau ku mampu,

karena kau ku bisa, menghadapi dunia,,,

kau segalanya,,, kau segalanya bagiku,,, “

Sampai kapan

album ini ditutup dengan lagu medium beat berjudul sampai kapan. Judul sampai kapan mungkin sebagai indikasi atau sebagai sebuah pertanyaan kepada sheilagank “sampai kapan band ini akan bertahan . . .”

Overall . . . album ini pantas untuk mendapatkan sebuah apreasi dan patut untuk di dengar, buat para sheila gank maupun yang baru denger Sheila on 7 bernyanyi. Satu saja kekecewaan saya adalah dari segi packaging dari album ini yang menurut saya kurang begitu bagus. Jujur saja kalau boleh dibilang saya akan menilai cover album Menentukan Arah Sheila on 7 adalah cover album Sheila on 7 yang paling jelek diantara cover album yang pernah mereka keluarkan. Saya lebih memilih foto yang ada di bagian belakang yang dijadikan cover dibandingkan dengan gambar aneh yang tidak bermakna itu. Satu lagi yang membuat saya kecewa adalah tidak dicantumkannya lirik dari lagu-lagu yang ada di album ini. Akhir kata maju terus buat Sheila On 7,,, I’ll be always listen your music . . . thanks for your music. Keep rock’n roll dude!

1 komentar:

faza mengatakan...

nice.........................