Sabtu, 26 Juli 2008

Latihan Excel 1

Latihan :
Anda adalah pegawai bagian personalia sebuah perusahaan, pada akhir bulan anda diminta melakukan perhitungan gaji bagi para pegawai yang ada di dalam perusahaan. Berikut adalah data pegawai yang ada dalam perusahaan.
No. Nama Status Jumlah Anak
1 Kurdi Menikah 5
2 Nia Belum menikah 0
3 Rudi Menikah 1
4 Fulan Akhmad Menikah 3
5 Akihito Nohara Belum menikah 0
6 Juniarto Wibawa Menikah 1
7 Akhmad Solehan Menikah 2
8 Sinta Juliarti Belum menikah 0
9 Anton Nugroho Menikah 3
10 Isa Ridwan Menikah 6

Buatlah perhitungan gaji pegawai tersebut diatas dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Setiap karyawan mendapatkan gaji pokok sebesar Rp. 1.500.000,00
b. Karyawan yang telah menikah mendapatkan tunjangan menikah sebesar Rp. 50.000,00/bulan
c. Setiap karyawan mendapatkan tunjangan beras sebesar Rp. 20.000,00/bulan
d. Tunjangan anak adalah 5 % per anak diambil dari gaji pokok. Perusahaan hanya menanggung tidak lebih dari 3 anak
e. Tunjangan kesehatan adalah 3 % dari gaji pokok
f. Gaji kotor adalah gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan
g. Pajak penghasilan adalah 10 % dari gaji kotor
h. Gaji bersih adalah gaji kotor dikurangi pajak penghasilan

Jumat, 18 Juli 2008

Menggali semangat baru

dinamika kkn-ppl kembali berlanjut. evaluasi tiga minggu pelaksanan kkn-ppl membuahkan hasil yang tidak jauh berbeda dari dari yang diperkirakan. kejenuhan dan letih merupakan kondisi yang umum dialami semua teman-teman.
tapi semuanya kembali pada suatu titik pembelajaran bagi kita semua. jalan masih panjang, tetap semangat!

Selasa, 15 Juli 2008

Pianis Buta Usia Lima Tahun Gegerkan Dunia



dari KOMPAS selasa, 15 Juli 2008 | 10:11 WIB
Pianis Buta Usia Lima Tahun Gegerkan Dunia

SEOUL, SELASA -Ratusan penonton berlinang air mata saat seorang bocah perempuan tampil memainkan piano. Saat itu jemari mungilnya memainkan Fur Elise, komposisi karya Beethoven. Yang membuat penonton terharu bukan karena lirik lagu itu, melainkan karena penampilan pianisnya, Yoo Ye-eun. Warga Korea yang baru berumur lima tahun itu ternyata buta sejak lahir.

Yoo memang bocah ajaib. Dalam usia balita dia telah menggegerkan dunia musik. Yoo bisa memainkan karya-karya komponis besar seperti Mozart, Chopin, dan Beethoven, ditambah lagu-lagu pop masa kini. Yang lebih mengagumkan, Yoo tak perlu lama mempelajari lagu-lagu klasik yang terbilang sulit. Sekali dengar, dia bisa membawakan lagu itu dengan sempurna.

“Bagaimana mungkin?” tanya seorang pembawa acara Star King, sebuah acara adu bakat terkenal di Korea. “Benar-benar mengagumkan,” tambahnya.

Program televisi itu menobatkannya menjadi pemenang. Bocah itu mendapatkan hadiah pertama sebesar 1 juta won (Rp 9,1 miliar). Sejak itu dia mendapat julukan 'jenius Mozart berumur lima tahun'. “Dia bisa memainkan sebuah lagu dengan piano hanya dengan mendengarkannya sekali,” kata Park Jung Soon, ibu angkatnya. Park mengetahui bakat putrinya itu dua tahun lalu.

Ketika itu dia menyanyikan sebuah lagu pop. Saat itu Yoo Ye-eun yang baru berumur tiga tahun mengiringinya dengan piano pinjaman. “Nadanya sangat sempurna meski dia belum pernah belajar piano. Kami tidak pernah mengajarinya,” kenang Park.

Keajaiban bocah itu tertutup rapat selama dua tahun. Namun, nama bocah buta itu langsung melejit, terutama melalui internet. Permainan pianonya di Star King dikirimkan ke Pandora TV, sebuat situs internet Korea. Yang melihatnya lewat situs YouTube mencapai 2 juta orang.

Sejak itu, Yoo Ye-eun berkeliling dunia. Dia tampil di Los Angeles, September tahun lalu. Pertunjukannya itu merupakan bagian dari festival Hari Korea. Sebuah televisi Tokyo pun telah mengirimkan undangan. Bocah itu bahkan sudah punya sponsor khusus, seorang bos dari perusahaan konstruksi di Dubai yang melihat penampilannya melalui Star King.

Pekan lalu, Yoo memainkan karya Chopin di hadapan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Pada hari yang sama, dia mengiringi paduan suara sekolah yang membawakan lagu tradisional Singapura tanpa mendengar lagu itu sebelumnya.

Tampaknya musik menjadi terapi untuk mengobati masa lalunya yang penuh tragedi. Bocah itu ditinggalkan orangtuanya sejak lahir. Yoo Ye-eun diadopsi oleh Yoo Chang Yoo dan istrinya, Park Jung Soon. Ayah angkatnya itu harus duduk di kursi roda akibat sebuah kecelakaan. “Kami tak pernah mendapat kesulitan untuk membesarkannya,” kata pasangan Yoo dan Park kepada majalah Woman Donga.

Park membawa putrinya ke Star King karena dia ingin Yoo Ye-eun bisa bermain untuk orang banyak. Namun, dia tak pernah membayangkan reaksi luar biasa dari para pendengar permainan putrinya itu. Saat diperkenalkan di atas panggung, penonton bisa mendengar suara bocah itu bertanya, "Di mana pianonya." Sorot lampu panggung lantas menunjukkan seorang bocah mungil mencari kursi piano.

Begitu lagu You Were Born to be Loved mengalun, penonton langsung berurai airmata. Terlebih mereka bisa melihat jari-jari mungil Yoo Ye-eun meraba tuts piano. Berita keajaiban itu terus menyebar. Tawaran bantuan keuangan pun membanjir. Beberapa dokter menawarkan operasi untuk memulihkan penglihatannya. Namun, mereka gagal. Yoo Ye-eun tetap buta. (IDP/KIS)

Kamis, 03 Juli 2008

PSB lagi (lanjut)

Hari pertama PSB kemaren lumayan sukses. walaupun terbilang sangat melelahkan tapi hari ini kita semua kompak dalam bertugas. asyik juga membantu pihak sekolah dan para calon siswa baru mendaftar.
but, ada beberapa catatan unik tentang PSB
1. banyak yang takut masuk kelas SBI (sekolah berstandar internasional) alasannya sih karena takut dengan bahasa pengantarnya yang menggunakan bahasa inggris. hmmmmmmh...
2. ada sedikit miskomunikasi masalah snack untuk mahasiswa dan guru. pada dasarnya, mahasiswa hanya menerima jika diberi. kalaupun tidak, rasanya tidak layak untuk berharap. mohon maaf jika ada pihak guru yang merasa disetobot.
3. pulang pukul 14.30 sore, sepertinya bakal jadi rutinitas..
By the way, tetep sehat,
tetep semangat biar kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi. lho?!

Rabu, 02 Juli 2008

Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia

 Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia. Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".

Dari diskusi saya dengan beberapa dosen di Indonesia, kelihatannya semua meng-iya-kan apa yang Prof. Tansu gambarkan tentang dunia perguruan tinggi di Indonesia. Hmm, memprihatinkan.

Sumber:
Website resmi Prof. Nelson Tansu: http://www3.lehigh.edu/engineering/ece/tansu.asp
Majalah Campus Asia Volume 1 Number 1 October 2007

PSB Dimulai

this our first activity. 

2-5 Juli 2008, SMK Negeri 1 Depok menyelenggarakan penerimaan siswa baru. mahasiswa KKN-PPL UNY yang mulai hari ini ditemani 2 orang mahasiswi Universitas Sanata dharma membantu sekolah dalam pelaksanaan kegiatan PSB ini.

meskipun hanya membantu hal-hal teknis seperti memberikan pelayanan dan informasi, pengembalian formulir, dan mengarahkan calon siswa baru ketempat wawancara. tetapi, semua mahasiswa terlihat cukup bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Awalnya dimulai disini

KKN-PPL yang ditunggu-tunggu dimulai juga. disini, di SMK Negeri 1 Depok, Yogyakarta. kita, mahasiswa 23 Univdersitas Negeri Yogyakarta + 2 orang mahasiswa Universitas Sanata Dharma belajar menenggak garangnya dunia luar, yang kita sebut sebagai ranah kita berjuang sebenarnya, dunia realita yang memperkaya diri kita dengan pengalaman yang pastinya berguna bagi masa depan kita.

awalnya dimulai disini, kami :

Ketua : Afrizal (P. Akuntansi)
Sekretaris : Widi Astuti (P. ADP)
Bendahara : Ari Yanto W (P. Ekonomi)
Anggota :

Vita Fanti Arica P. Bhs Inggris
Riri Ariyana P. Bhs Inggris
Wahtini P. Bhs Inggris
Ainun Nazriyah P. Bhs. Prancis
Subarendi BK
Fitria Anggraini BK
Eldwin Dwi Sugito P. ADP
Adi Widinanto W P. ADP
Ika Denni AT P. ADP
Puji Herdian P. ADP

Estri Setyowati P. ADP
Farida Sulistiya D. P. Akuntansi
Eni Lestari P. Akuntansi
Atika Himawati S P. Akuntansi
Ajeng Condro R. P. Akuntansi
Primarta Dewi M. P. Akuntansi
Leni Kartika P. P. Akuntansi
Esti Mulyaningsih P. Ekonomi
Efi Rosita P. Ekonomi
Siti Hajar H. P. Ekonomi

semoga, awal yang indah ini akan berakhir dengan indah pula. 1 Juli hingga 20 september, seperti film dari Nicolas saputra, disini menjadi 3 bulan untuk selamanya.

Cayooo!